Malioboro yang membuatku selalu kangen Jogja

Jogja IStimewaAwal November 2018, siang itu Jogja terasa sangat terik. Hujan belum juga turun di ujung kemarau ini. Meskipun panas, Jalan Malioboro tetap ramai seakan panas menjadi komplimen dalam menikmati keseruan di jalan ini. Diantara keramaian itu terselip turis asing diantara dominasi wisatawan domestik. Jalan Malioboro tetap menjadi tujuan penting selama di Jogja, apalagi penataan trotoar jalan ini sudah hampir selesai. Karenanya, jalan Malioboro makin membuat kangen Jogja.

Trotoar Malioboro. Jalan ini memiliki 2 trotoar lebar di dua sisi. Restorasi pertama dilakukan di sisi timur dan sudah lama selesai. Trotoar disi barat sudah hampir selesai. Keduanya dilengkapi dengan bangku kayu yang cukup banyak. Lantai trotoar dilapisi ubin bertekstur batu dan tidak licin. Jalur untuk tuna netra terpasang rapi dari bahan metal. Bola-bola batu ditata berjajar di beberapa tempat. Khusus untuk sisi barat, trotoar yang dulunya habis dimakan tempai mangkal becak dan andong, sekarang sudah tidak ada lagi. tempat mangkal kedua angkutan ini dibuat khusus di bagian jalan yang masuk ke sisi trotoar. Di sisi timur juga lebih rapi, tempat parkir motor yang dulunya menghabiskan sebagain trotoar sekarang sudah tidak ada lagi. Saat malam tiba, banyak pengamen tradisional menunjukkan kebolehan di trotoar ini. Malam menjadi lebih hangat dan hidup di sini.

Andong Malioboro
Andong Malioboro

Pedagang PKL. Keberadaan PKL di depan toko tetap dipertahankan, tapi sekarang lebih rapi. Kendati kadang menyulitkan pelancong untuk masuk ke toko, tapi PKL ini menjadi daya tarik sendiri. Dagangan yang dijajakan hampir sama seperti dulu, hanya lebih bervariasi. Desain tshirt juga lebih beragam. Banyak toko-toko berubah wujud di sisi barat ini, bukan hanya toko batik tetapi banyak tempat makan yang mulai buka di sisi ini, termasuk kedai kopi favorit saya.

Halte TransJogja. Desain halte lebih kekinian, tapi dengan luasan yang sama sebelumnya. Saya lihat peminat bus ini cukup banyak, hanya busnya tampaknya perlu diperbanyak sehingga waktu tunggu tak terlalu lama. Bukan hanya pelancong domestik, turis asing juga banyak menggunakan TransJogja.

Malioboro Halte
Malioboro Halte

Kampung Ketandan. Masih di seputaran Malioboro, pelancong dapat mengunjungi Kampung Ketandan, sebuah kawasan pecinan yang terletak di tengah kawasan Malioboro. Bangunan-bangunan di kawasan ini akan dibuat berasitektur Tionghoa. Sementara bangunan yang sudah berasitektur Tionghoa akan dipertahankan.  Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan Kampung Ketandan sebagai kawasan Pecinan, dan akan dikembangkan lebih lanjut. Sejak tahun 2006, seiring dengan era reformasi di Indonesia, setiap menyambut Tahun Baru Imlek di Kampung Ketandan diadakan Pekan Budaya Tionghoa. Kampung Ketandan dihias dengan ornamen-ornamen bergaya Tionghoa. Ni hao ma…

Gapura Kampung Ketandan
Gapura Kampung Ketandan

Kuliner Malioboro. Kendati pernah diterpa issue warung makan dengan harga semaunya, sebenarnya Jalan Malioboro masih banyak tempat makan dengan harga pasti dan masuk akal. Gudeg Yu Jum yang terkenal itu ada di Jalan Dagen, tak jauh dari Malioboro. Mau makan pecel atau gudeg yang lebih murah? Cukup datang di depan pasar Beringharjo. Kedai makanan juga banyak ditemui di toko-toko sisi barat. Warung lesehan banyak dijumpai didepan Hotel Grand Inna Malioboro dan Kantor DPRD. Pempek Ny Kamto dapat dijumpai di Jalan Beskalan yang tak jauh dari Malioboro. Warung Raminten tetap ada di sisi selatan jalan Malioboro, di tempat pertunjukan Cabaret. Makanan internasional dan kekinian juga terselip di antara jejeran kedai makanan. Mau gelato, juga ada.

Malioboro Pecel.jpg

Jalan Mangkubumi. Tak hanya Malioboro saja yang mendapat sentuhan renovasi. Jalan Mangkubumi juga sedang proses menuju ke sana. Desain trotoar dibuat sama dengan Malioboro. Jalan ini dipenuhi dengan hotel-hotel bagus dan memang belum seramai dan sepopuler Malioboro. Siapa tahu, suatu saat nanti jalan ini juga bakal seramai Malioboro.

Ayo siapa yang kangen Jogja? Monggo mampir…Mas/Mbak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s