5 alasan memilih berlibur saat ‘low season’

Pulau Pasir Lombok
Pulau Pasir Lombok

“Tiket pesawat sudah mahal, pasti sudah nyari hotel”. Obrolan seperti ini sering terdengar jelang musim ramai liburan, atau dikenal high-season. Memang untuk liburan di high-season sebaiknya disiapkan jauh-jauh hari. Meskipun untuk periode ini airline juga tidak akan mengeluarkan tiket promo, begitu juga dengan dengan hotel. Karenanya, mengetahui high season period di tujuan liburan sangat disarankan. High season di suatu tujuan wisata dipengaruhi banyak hal dan bisa berbeda tiap-tiap negara. Faktor-faktor itu diantaranya adalah musim, jadwal libur sekolah/nasional negara setempat dan juga negara mayoritas asal turis. Misalnya Singapore, karena banyak turis dari Indonesia maka saat libur lebaran di Indonesia maka Singapore ikut-ikutan high-season. Untuk Indonesia sendiri high season biasanya jatuh saat liburan sekolah, libur lebaran dan tahun baru. Saat high-season inilah harga tiket pesawat & hotel terkerek naik. Begitu juga dengan situasi di tempat tujuan, akan sangat ramai bahkan sesak. Alhasil kenyamanan liburan akan berkurang. Jika Anda memiliki waktu yang fleksibel, sebaiknya hindari high-season, pilihkan saat low-season

Me & Tuk tuk @Siem Reap Cambodia
Me & Tuk tuk @Siem Reap Cambodia

Berikut 5 alasan lebih memilih liburan saat low-season.

  1. Tiket Lebih Murah. Untuk mengdongkrak penumpang saat low-season, maskapai biasanya mengeluarkan tiket promo di periode ini. Alhasil, Anda akan lebih mudah mendapatkan tiket hemat untuk periode low-season. Murahnya makin maksimal jika membelinya jauh-jauh hari.
  2. Hotel lebih Murah. Sama halnya dengan dengan airline, saat low-season hotel juga menawarkan tarif lebih rendah dibanding hari-hari normal apalagi dibanding high-season. Dengan begitu Anda bisa menginap lebih lama untuk budget yang sama. Dan saat low season Anda dimungkinakan bisa check-in lebih awal dan check-out lebih lambat.
  3. Lebih lengang di bandara. Pernahkan Anda mengalami antri check-in sangat-sangat lama? Kemudian antrian saat pemeriksaan sinar x? Atau saat boarding? Saat low-season kecil kemungkinan antrian panjang terjadi. Ruang tunggu juga tak terlalu sesak. Begitu juga di restoran, mungkin akan lebih mudah mendapatkan kursi.
  4. Lebih lega di pesawat. Saat high-season biasanya kursi pesawat terisi penuh, atau nyaris penuh. Tapi tidak begitu jika terbang saat low-season. Antrian masuk pesawat tak akan sepanjang dan berjubel dibanding musim liburan. Begitu juga tempat bagasi kabin yang lebih longgar saat low-season. Saat musim liburan biasanya banyak penumpang anak-anak, lebih gaduh.
  5. Lebih nyaman di tujuan wisata. Saat low-season, turis lebih sepi di tujuan wisata. Kenyamanan akan lebih maksimal, Anda tidak perlu antri lama saat masuk tujuan wisata, begitu juga saat makan, dan belanja di toko. Bahkan Anda tidak perlu ‘berebut’ untuk sekedar selfie di spot-spot favorit.

Kendati lebih murah & nyaman, liburan saat low-season mungkin akan mengurangi keseruan di tempat liburan. Tapi tak ada salahnya dicoba liburan saat low-season.

Iklan

Satu respons untuk “5 alasan memilih berlibur saat ‘low season’”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s