Tag: Lion Air

Beli tiket online (1) : Diantara AirAsia, Citilink, Mandala dan Lion Air, mana yang paling ringkas?

4 airlinesSiapa yang tak tahu Lion Air, AirAsia, Citilink dan Mandala? Keempat airline ini merupakan maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier. Keempatnya juga merupakan penguasa pasar untuk kelas penerbangan murah di Indonesia. Keempatnya menerbangkan pesawat dengan usia muda. Keempatnya menjual tiket secara online. AirAsia bisa dibilang sebagai pelopor penjualan tiket secara online, dan kemudian diikuti oleh  teman-temannya. Dan sudah menjadi mahzab-nya LCC, disamping menjual tiket para airline ini juga menambahkan dengan layanan-layanan lain untuk ditawarkan (dijual). Tawaran-tawaran tambahan ini yang kadang mengesankan membeli tiket online menjadi lama dan sedikit ribet. Nah dari keempatnya, mana yang paling tidak ribet dalam pembelian tiket online-nya? Continue reading “Beli tiket online (1) : Diantara AirAsia, Citilink, Mandala dan Lion Air, mana yang paling ringkas?”

Iklan

Usia pesawat airline Indonesia makin muda. Batik Air & Mandala Tiger Air juaranya

Batik MandalaKepadatan bandara Soekarno-Hatta (SHIA) menjadi topik berita akhir-akhir ini. Antrian panjang sebelum lepas landas dan mendarat dirasakan sudah sangat mengganggu keselamatan dan kenyamanan. Bukan hanya penumpang awam yang mengeluhkan, tapi tamu-tamu negara, bahkan perusahaan penerbangan. SHIA yang memiliki 2 landasan pacu, dan sudah tak mampu menerima lonjakan pegersakan pesawat. Penambahan landasan pacu ketiga terhadang pembebasan lahan. Alhasil, sebagai solusi antara, bandara Halim Perdanakusuma akan diaktifkan lagi sebagai bandara komersial dan mengalihkan 5% trafik penerbangan ke Halim. Ijin penambahan rute dari SHIA dibekukan sementara. Peralatan navigasi akan segera diupgrade untuk meningkatkan kapasitas. Penerbangan malam sedang digagas untuk menyebar kepadatan bandara.

Di sisi lain, kepadatan bandara ini merupakan konsekuensi dari hukum pasar. Jumlah penumpang terus meningkat, yang direspon dengan penambahan rute penerbangan dari SHIA. Meskipun tahun lalu Batavia Air tutup operasi, tapi airline lainnya terus melakukan ekpansi bisnis untuk menangkap tingginya permintaan. Airline-airline itu terus menambah jumlah pesawat-nya sehingga makin banyak jumlah rute yang diterbangi dari dan ke SHIA. Penambahan pesawat-pesawat itu sebagian besar adalah pesawat baru. Berita bagusnya adalah usia pesawat rata-rata airline Indonesia makin muda. Continue reading “Usia pesawat airline Indonesia makin muda. Batik Air & Mandala Tiger Air juaranya”

Musibah Lion Air : Andai mendarat dari arah barat

Lion Air Ngurah RaiMusibah penerbangan kembali terjadi. Pesawat Lion Air Boeing 737-800NG yang terbilang baru itu terjun ke laut di sisi barat bandara Ngurah Rai. Pesawat rute Bandung-Denpasar itu sebenarnya terbilang sangat baru. Tidak ada korban jiwa pada 101 penumpang, dimana pesawat terbelah menjadi beberapa bagian (foto : detik.com). KNKT sedang melakukan investigasi namun dugaan pesawat mengalami over shooting dan akhirnya nyebur ke laut. Masyarakat seperti dingatkan kembali pada musibah Adam Air yang pesawatnya juga nyebur ke laut, yang semua penumpang dan kru tidak ada yang selamat.

Kalau Anda pernah mendarat di Ngurah Rai Airport, posisi landasan seperti memotong anak pulau Bali bagian bawah. Landasan membentang dari timur ke barat. Sisi timur berbatasan dengan Jalan Raya By Pass sedang sisi barat menjorok pada laut. Pesawat naas Lion Air itu mendarat dari sisi timur dan tidak berhenti di sisi landasan yang akhirnya terjun ke laut. Dapat dibayangkan jika saat itu pesawat mendarat dari sisi barat, pesawat akan masuk ke Jalan Raya By Pass, dan kemungkinan besar kerusakan pesawat akan lebih parah dan bisa jadi korban akan lebih serius. Bagaimanapun semua ini adalah musibah dan tidak direncanakan sebelumnya. Manusia hanya berencana. Semoga tidak ada lagi kecelakaan pesawat seperti yang menimpa Lion Air ini.

Yuk… Rame-rame terbang ke Bandung

Dulu di awal-awal saya tinggal di Bandung, airline yang terbang dari dan ke Bandung bisa dihitung jari. Hanya ada Merpati & Bouraq. kemudian muncul Pelita Air, Citilink dan Sriwijaya Air. Dari keempatnya itu Bouraq Airlines menutup penerbangannya, di susul Pelita Air dan Citilink. Hingga tinggallah Merpati yang tetap setia. Sepinya penerbangan di Husein Sastranegara ini bertahan lama hingga akhirnya AirAsia mulai melirik kemolekan Bandung dengan membuka rute Bandung Kuala Lumpur. Rute Bandung Kuala Lumpur dapat disebut sebagai tonggak bersejarah mulai meriahnya penerbangan dari dan ke Bandung. Sesudah rute bersejarah itu, makin banyak rute-rute lain yang dibuka di Bandung, termasuk rute Air Asia yang terus berkembang dari kota ini. Bandung sendiri sejatinya bukan menjadi jaminan peruntungan untuk airline lain yang mencoba masuk ke Bandung. Beberapa airline harus menutup layanannya ke Bandung seperti Deraya, Malaysia Air, Firefly, Pelangi Air.

Gairah pembukaan rute ke Bandung pernah tersendat cukup lama karena proses overlay landasan bandara Husein Sastranegara yang berlarut-larut. Airline menunggu bandara agar siap diterbangi dengan pesawat sekelas Airbus 320. Sebelum overlay rampung bandara ini hanya bisa didarati pesawat maksimal Boeing 737-300 saja. Overlaypun rampung, dan setelahnya seakan lepas dari tali pacu airline-airline kompak beramai-ramai menjadikan Bandung sebagai destinasi penting layanannya. Rampungnya proses overlay ini menjadi tonggak kedua ramainya penerbangan seperti sekarang ini. Continue reading “Yuk… Rame-rame terbang ke Bandung”

Airline Indonesia, ekpansif dan makin muda

‘Lion Air memborong 230 Boeing 737’, itulah judul berita yang cukup heboh di akhir Sept 2011. Betapa tidak transaksi ini sontak menjadi sorotan dunia karena disaksikan oleh Presiden Obama melakukan kunjungan kerja di Bali. Angka 230 sangat fantastis dan merupakan transaksi terbesar bagi Boeing dalam hal jumlah pesawat. Komentar miring muncul dari seteru Boeing, Airbus, yang menyatakan transaksi tersebut disinyalir terkandung muatan politis dan tekanan. Kiprah Lion Air sendiri begitu mencengangkan di saat order 178 pesawat sebelumnya baru akan sampai di tanah air 2016 nanti. Dan itulah faktanya, airline Indonesia sangat ekpansif. Meskipun tidak sebanyak Lion Air, Garuda juga mengantungi order B737NG dan B777. Sriwijaya Air dengan B737NG dan Embaraer-nya. Indonesia Air Asia dengan A320. Citilink juga dengan A320.  Continue reading “Airline Indonesia, ekpansif dan makin muda”