Tag: Balikpapan

Mengenal Fifth Freedom Traffic Right. Apakah itu?

Garuda01Minggu ketiga Juni 2009, koran-koran mewartakan pemerintah Indonesia memberikan fifth freedom traffic right kepada Malaysia. Fifth freedom traffic right yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai hak angkut kelima adalah pemberian hak angkut maskapai asing untuk singgah dan menerbangkan penumpang ke negara lain (bukan kembali negara asal maskapai). Dalam kesepakatan itu Malaysia Airlines mendapatkan hak angkut kelima dari bandara Soekarno Hatta, Ngurah Rai, Sepinggan, Hasanudin untuk terbang ke 4 kota di Australia. Dengan hak angkut ini Malaysia Airlines ini dapat terbang dari Kuala Lumpur singgah di Jakarta/Bali/Balikpapan/Makssar dan mengangkut penumpang dari keempat bandara itu ke 4 kota di Australia. Dalam kesepakatan itu Indonesia juga mendapatkan hak angkut kelima dari Kuala Lumpur/Kota Kinabalu/Kuching untuk terbang ke Amerika Serikat, Timur Tengah, semua negara Asia (minus Jepang). Adakah pengaruh bagi Indonesia? Continue reading “Mengenal Fifth Freedom Traffic Right. Apakah itu?”

Iklan

Mengapa banyak hotel berganti nama? (update : Nov 2017)

Hotel Majapahit Surabaya
Hotel Majapahit Surabaya

Bagi yang sering melintas Jalan Thamrin Jakarta, tentu tahu Bundaran Hotel Indonesia atau Bundaran HI. Ini bundaran paling terkenal di Jakarta. Dinamakan demikian karena Hotel Indonesia memang berada tak jauh dari bundaran legendaris itu. Tapi banyak yang belum tahu bahwa nama lengkapnya sebenarnya adalah Hotel Indonesia Kempinski. Tambahan kata Kempinski ini karena hotel tersebut kini dikelola oleh jaringan manajemen hotel Kempinski. Bukankah dulu pernah ada juga Hotel Kempinski di Jakarta? Ya, dulu memang ada Hotel Mid Plaza Kempisnki, namun hotel yang sama berubah nama menjadi Mid-Plaza Intercontinental dan sekarang (2017) berganti lagi menjadi Ayana Mid-Plaza Jakarta, satu pengelola dengan Ayana Resort Bali. Mengapa hotel-hotel itu harus berganti nama? Continue reading “Mengapa banyak hotel berganti nama? (update : Nov 2017)”

Asyiknya menjelajahi keindahan sungai Mahakam

kapal-mahakam1Pagi itu, di akhir Desember 2003, matahari baru bangkit beberapa galah tingginya, tapi tepian Mahakam sudah menampakkan denyut kehidupannya. Kapal-kapal kayu sudah menepi dan berderet rapi di sepanjang dermaga, sementara penumpang sudah tampak lalu lalang diantara bongkar muat barang. Dan sayapun sudah ada disana, di tepi Mahakam dan berada diantara kehidupan mereka, berada pada kapal yang akan mengantarkan ke tujuan saya. Dan setelah menunggu beberapa jam, tepat jam 9 pagi, kapal kayu dua lantai yang saya tumpangi mulai bergerak meninggalkan dermaga di kawasan Sei Kunjang Samarinda itu.

Continue reading “Asyiknya menjelajahi keindahan sungai Mahakam”