Tag: Bali

Apa saja tentang Bali

Review : Adys Inn Legian

IMG_3513

Apa yang Anda bayangkan saat melihat foto di atas? Oh… ini taman kota atau halaman sebuah resort. Kalau ada yang menebak ini halaman sebuah resort di pinggiran kota atau di pegunungan, tebakan itu saya pastikan salah. Ini halaman Adys Inn, hotel kecil berkonsep bed & breakfast di daerah Legian. Tempatnya sedikit tersembunyi dan harus masuk gang, tepatnya Jalan Sahadewa Gang II. Meskipun agak di dalam, hotel ini ternyata sangat asri & tenang di tengah keramaian Legian. Saya menginap semalam di sini di, dan berikut cerita yang dapat dibagi. Continue reading “Review : Adys Inn Legian”

Iklan

Akhirnya GWK selesai juga

GWK 1X
Patung Garuda Wisnu Kencana adalah lambang Dewa Wisnu yang menunggangi Garuda agung sebagai sahabatnya. Foto : pribadi

Setelah tersendat cukup lama, GWK akhirnya selesai. Mahakarya GWK dirancang oleh Nyoman Nuarta dan diresmikan pada bulan September 2018. Tinggi total monumen, termasuk alas alas 46 meter adalah 121 m. Patung ini sekitar 30 m lebih tinggi dari Patung Liberty. Kawasan seluas 60 hektare ini menjelma menjadi GKW Cultural Park dan digadang menjadi Bali’s Most Iconic Landmark. Terletak di Ungasan, Kabupaten Badung, dan berjarak tak terlalu jauh dari Ngurah Rai International Airport. Taman Budaya GWK menawarkan warisan budaya Indonesia yang megah dengan ikon Patung Garuda Wisnu Kencana, yang diyakini bakal menjadi ikon budaya nomor satu di Bali. Continue reading “Akhirnya GWK selesai juga”

Menjemput matahari terbit dari pantai Sanur yang tenang

Sunrise at Sanur
Sunrise di Sanur yang begitu magis

Sanur itu berbeda dengan Kuta. Sanur adalah sejarah wisata Bali. Sanur juga pelopor pelopor wisata di Bali. Sejarah itu bermula pada tahun 1906, dulunya bagian utara Pantai Sanur digunakan sebagai tempat pendaratan bagi pasukan invasi Belanda selama intervensi di Bali. Selama Perang Dunia II, Sanur kembali menjadi titik masuk melalui mana pasukan Jepang mendarat untuk menduduki pulau Bali. Wisata Bali dimulai dari Sanur. Bali Beach Hotel (sekarang Grand Inna Bali Beach) di Sanur dibangun oleh Presiden Indonesia Sukarno pada tahun 1963, dan kemudian mendorong pariwisata di Bali. Sebelumnya hanya ada tiga hotel di pulau itu. Setelah itu, wisata Bali berkembang di daerah lain seperti Kuta, Legian, Seminyak, Nusa Dua dan menyebar seluruh pulau Bali.  Continue reading “Menjemput matahari terbit dari pantai Sanur yang tenang”

Menemukan Bali sesungguhnya di desa Adat Penglipuran

Desa Adat Penglipuran 1
Jalan ini sangat populer dan instagramable. Kendaraan bermotor tidak diperbolehkan melintas di sini

Ada yang bilang, “Belum ke Bali kalau belum ke pantai Kuta”. Sebagian lagi mengatakan, “belum sempurna ke Bali kalau belum singgah di Ubud”. Bali memang memiliki begitu banyak hal menarik untuk dinikmati. Bali punya banyak pantai, gunung, danau, budaya, situs sejarah, hiburan, maupun tempat belanja. Sebagian besar pelancong masuk ke Bali lewat selatan sehingga Kuta, Sanur, Seminyak, Ubud lebih dikenal. Kawasan-kawasan itu begitu populer sehingga terasa kental sebagai industri wisata. Kehidupan asli warga Bali tak begitu terlihat di kawasan itu. Nah, jika ingin melihat Bali dari kehidupan masyarakatnya, pergilah ke tengah. Di sana terdapat desa adat dimana pelancong dapat melihat kehidupan masyarakat Bali sesungguhnya. Salah satunya adalah Desa Adat Penglipuran. Continue reading “Menemukan Bali sesungguhnya di desa Adat Penglipuran”

Ingin lihat lumba-lumba di alam bebas? Datanglah ke Lovina Singaraja

Dolphin At Lovina
Dolphin seperti menari-menari di laut, bergerombol, dan seakan tak pernah lelah

Pagi itu kawasan Lovina Singaraja masih temaram saat saya harus bergegas menuju pantai. Semburat merah di langit timur menandai pagi akan segera menggantikan malam.  Cuaca cerah diiringi angin pantai yang bertibut pelan ikut memompa semangat saya untuk segera bertemu lumba-lumba di laut Bali. Dan sesuai rencana, tepat pukul 5 pagi saya memulai petualangan seru ini. Continue reading “Ingin lihat lumba-lumba di alam bebas? Datanglah ke Lovina Singaraja”