Kategori: Fund

How to get prosperity

Saatnya melakukan Financial Check-Up

Kejutan awal 2011. Harga cabe terbang tinggi. Harga beraspun stabil atas. Inflasi Desember 2010 diatas perkiraan. Terbayang sudah biaya hidup akan makin mahal, sementara gaji belum juga naik. Jika Anda kuatir kenaikan biaya hidup tidak tertutupi oleh penghasilan Anda maka sudah saatnya Anda melakukan financial check-up. Dari sini, kondisi keuangan Anda akan terpotret secara jelas dan Andapun dapat dengan segera melakukan tindakan perbaikan. Bagi Anda yang terbiasa melakukan pencatatan atas semua penghasilan dan pengeluaran maka financial check-up akan sangat mudah dilakukan. Tapi bagi Anda yang masing asing dengan catat-mencatat mulailah untuk membuat catatan-catatan kecil. Anda yang memiliki pendapatan bulanan pasti juga akan dimudahkan dalam checkup ini, sementara bagi Anda yang berpenghasilan tidak tentu maka ada tuntutan untuk melakukannya lebih teliti. Continue reading “Saatnya melakukan Financial Check-Up”

Iklan

Pilih main saham atau reksadana saham?

Index Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun 2010 mencetak return tertinggi di Asia Pacific, yakni sebesar 46% sepanjang tahun. Sementara tahun 2011 lalu, ditengah guncangan pasar karena krisis Eropa, IHSG masih bisa tumbuh 2,3%, nomor 2 di Asia. IHSG merupakan tolok ukur kinerja harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia dengan perhitungan tertentu. Secara sederhana, angka return sebesar itu merupakan potensi tingkat keuntungan yang diperoleh jika investasi pada saham Indonesia. Bagi masyarakat luas, saham masih belum terlalu dikenal sebagai instrumen investasi, masih kalah populer dibandingkan deposito. Sedikit mengingatkan, saham selalu dikaitkan dengan bursa saham sebagai tempat transaksi. Dulu, ada 2 bursa saham di Indonesia, Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Setelah keduanya bergabung tinggal ada satu bursa saham yakni Bursa Efek Indonesia.

Dan dulupun yang namanya saham masih berbentuk kertas berlembar-lembar seperti sertifikat. Tetapi di era digital sekarang ini, saham sudah tidak lagi dalam fisik kertas tapi hanya berupa catatan digital (scriptless). Cara bertransaksi juga sudah berevolusi dari yang tandinya dilakukan oleh trader di lantai bisa menjadi online, bahkan dapat dilakukan sendiri oleh investor melalui internet dari komputer atau gadget. Nah bagaimana dengan reksadana saham? Mirip-mirip, bedanya hanya terletak pada siapa yang melakukan transaksi sahamnya. Kita bisa langsung investasi saham melalui sekuritas yang ditunjuk, sedangkan untuk reksadana saham, investasi dilakukan oleh Manajer Investasi (MI), investor menyerahkan dana investasinya untuk dikelola oleh MI tersebut. Untuk menyegarkan ingatan tentang apa itu reksadana bisa dilihat di 4 artikel sebelumnya. Mengenal Investasi Reksadana, Karakteristik & Jenis Reksadana, Mengenal manfaat dan risiko Reksadana, Berinvestasi di Reksadana dan biaya-biayanya. Jadi mau pilih berinvestasi langsung atau melalui reksadana saham, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut.

Continue reading “Pilih main saham atau reksadana saham?”

Menakar seberapa cocok Anda berbisnis dengan pola franchise

DSC_7941Anda punya uang, Anda beli franchise. Dan sim-salabim, Andapun jadi pengusaha. Ya, mungkin bisa secepat dan semudah itu karena franchise dapat menjadi salah satu cara cepat untuk memulai bisnis. Pada artikel sebelumnya telah disinggung bahwa disamping menyisakan kerugian-kerugian, berbisnis dengan franchise juga memiliki banyak keuntungan, yakni dalam hal kemudahan dalam memulai berbisnis. Memulai bisnis franchise bisa lebih cepat disebabkan franchise lebih sebagai duplikasi dari sistem bisnis yang teruji. Anda juga dapat langsung menjalankan bisnis dalam beberapa outlet sekaligus. Dan Andapun juga tidak perlu repot-repot menyiapkan teknologi informasi, riset pasar, pemasaran, pasokan, sistem keuangan, dan banyak hal lagi. Namun, meskipun tampak sangat mudah, bisnis franchise ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Mengapa? Continue reading “Menakar seberapa cocok Anda berbisnis dengan pola franchise”

Berinvestasi di Reksadana dan biaya-biayanya (Reksadana Part-4)

Financial02Setelah mengenal jenis reksadana berikut risikonya, sekarang saatnya mengenal bagaimana caranya berinvestasi di reksadana. Di pasar, telah tersedia begitu banyak produk reksadana kelolaan berbagai Manager Investasi (MI). Koran-koran bisnis, seperti Bisnis Indonesia, Investor Daily dan Koran Kontan, memuat perkembangan produk reksadana ini tiap hari. Sebelum menentukan produk yang sesuai untuk Anda, anda baiknya ikuti tips ringkas berikut. Continue reading “Berinvestasi di Reksadana dan biaya-biayanya (Reksadana Part-4)”

Mengenal manfaat dan risiko reksadana (Reksadana Part-3)

reksadana31Industri reksadana di Indonesia telah melewati masa-masa pasang surut. Investor reksadana pernah melakukan redemption besar-besaran yang mengakibatkan terjadi rush dan menyebabkan nilai aktiva bersih terus merosot. Kondisi pasar finansial, khususnya pasar saham terjun bebas sepanjang 2008 lalu, ini menyebabkan NAV reksadana saham dan campuran ikut-ikutan longsor. Kasus terakhir yang hingga saat ini masih belum tuntas adalah kasus reksadana Artaboga. Reksadana Artaboga sendiri lebih banyak disebabkan oleh kriminal pengelolanya. Reksadana Artaboga ini ternyata dikelola tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, dimana portofolionya tidak dikelola oleh Bank Kustodian sebagaimana seharusnya. Dalam kasus terakhir, investor juga mengambil peran karena membeli reksadana tanpa mengetahui bagaimana reksadana tersebut dikelola. Namun, jika Anda membeli reksadana legal (bisa dilihat pada publikasi di media masa), resiko tersebut dapat diminimalkan. Tetap harus diingat adalah produk reksadana memiliki risiko, tidak seperti deposito yang dalam jumlah tertentu ditanggung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Apa saja risikonya? Continue reading “Mengenal manfaat dan risiko reksadana (Reksadana Part-3)”