About Me


Me at Wat Arun SimpleDilahirkan di kota kecil Ponorogo, 200 km arah barat daya dari Surabaya. Terlahir dari keluarga pedagang sederhana. Menikmati masa kecil hingga SMA di Ponorogo. Melanjutkan kuliah di Surabaya dan menjadikan Surabaya menjadi kota kedua. Tinggal di Bandung dalam waktu yang cukup lama dan sekarang menetap di Jakarta.

Minat di bidang investasi, travelling, dan jurnalistik meskipun memiliki latar belakang pendidikan teknik dan ekonomi. Darah pedagang disalurkan melalui wirausaha kecil-kecilan, dan hingga saat ini masih punya keinginan jadi seorang guru.

Bali menjadi tempat favorit untuk berlibur, apalagi kini aksesnya makin mudah. Tempat khusus di Bali diantaranya Ubud, Canggu, pasar tradisional, sawah berundak dan tentu saja pantainya. Nasi Campur Bu Mangku menjadi makanan favorit selama di Bali. Selain Bali, Jogja adalah sangat disukai karena kehangatan warganya, makanan, dan tentu saja karena Jogja mampu membuat ketenangan jiwa.

Kota di luar negeri favorit adalah Mekkah, Amsterdam, London dan Paris. Tempat yang sangat ingin dikunjungi adalah India, Mesir, Turki, dan Eropa Timur.

Next trips :

  • Ternate, Maluku Utara
  • Russia
  • Turkey
Iklan

47 respons untuk ‘About Me’

  1. pak toto, seneng banget baca tips dan petunjuk-petunjuk yang ditulis jadi mudah dimengerti karena ada step by stepnya.. saya pantau terus nie blog kayaknya deh.. hehehehe..
    salam kenal, saya Mirah dari Bali, Kerobokan, pasti tau daerah ini kan 🙂

  2. wah ternyata kampungnya sama pak 🙂

    jadi bapak kerjanya jalan2 tho wah asiknya :), tlg infonya ya kalo ada liburan gratis, spt kmrn yg katanya jepang bakal kasih 10.000 tiket gratis. Thanx

  3. Prap, sekali sekali nulis dong tentang tanah kelahiranmu, aku sekarang sering kesana. Anakku ada di Gontor. Masih bingung kalo’ mau nginep dan cari makan enak dimana. Sekalian ada tempat wisata nggak disana? Itung-itung promosi negeri sendiri kan?

    1. Halo Anita, Sebenarnya banyak juga yang bisa ditulis dari Ponorogo ya. Dulu waktu SD kelas 6 saya pernah nulis tentang Ponorogo untuk lomba mengarang budaya tingkat nasional (tapi gak menang, hehehe….)

      Ponorogo kotanya tidak cukup besar, jalannya lebar dan tidak ada kemacetan. Terkenal dengan Sate Ayam Ponorogo (SAP) Pak Tukri. Nasi Pecel boleh juga dicoba. Dawet Jabung mudah dijumpai terutama di jalan mengarah ke Pondok Gontor. Untuk tempat wisata bisa dateng ke Telaga Ngebel yang berada di sisi barat lereng gunung Wilis. Telaga yang asri yang alami ini dapat dijangkau hanya 22km dari pusat kota Ponorogo. Atau jika dari arah Surabaya/Madiun setelah masuk wilayah Ponorogo (ditandai dengan tanda Tugu Selamat Datang berupa gapura Reog) langsung belok kiri, dan tinggal ikuti jalan beraspal kira2 16km. Waktu terbaik untuk wisata budaya adalah 1 minggu menjelang Tahun Baru Islam (Suro) berupa Grebeg Suro dengan Festival Reog Ponorogo. Setiap bulan Purnama biasanya ada pertunjukan reog di panggung besar di alun-alun Ponorogo.
      Untuk wisata religi bisa berkunjung ke Pondok Pesantren yang paling terkenal adalah Pondok Gontor.
      Terima kasih sudah berkunjung di blog, juga ke Ponorogo.

  4. betul sekali mas, asalkan semua persyaratan sudah sesuai & lengkap, pastinya petugas juga ga akan mempersulit pemohon 🙂
    apalagi dengan adanya kemudahan membuat paspor di kantor imigrasi manapun.
    Salah 1 informasi penting lainnya, pada saat penyerahan berkas permohonan, jangan lupa untuk bawa juga dokumen yang asli (KTP, KK, Akte Lahir) karena petugas akan mencocokkan & melegalisir fotokopian dokumen2 tersebut.

  5. Dear Aziza, thank infonya. Penting pengunjung lainnya, yang biasanya agak enggan ngurus paspor sendiri, padahal sekarang mudah dan cepat.

  6. hai mas, salam kenal…
    daritadi saya nilik2 profilenya mas, mengira2 apa mas ini salah satu senior saya, hehe..
    punten ah mas, ikut mengomentari pertanyaan yang ada diatas tentang paspor anak, biayanya sama dengan orang dewasa, ga ada pembeda2an yaitu sebesar Rp. 270.000 walaupun dia adalah bayi yang baru berumur 1 hari 😀

    nuhun,,

    1. Dear Safura,
      Bisaan nih, seneng bisa berbagi info buat yang lain. Sering-sering mampir ya, saya usahakan untuk update.
      Thank sudah mampir.

  7. halo mas toto apa kabare? blognya makin “cool” aja
    mas berita tentang bali lengkap sekali, mulai dari tmpt nginep, makan, wisata, ampe biaya2 untuk dompet pas2an jg ada…wah2 blognya bisa untuk pemandu wisata di bali.
    mas kl boleh usul wisata di sulawesi selatan dengan keindahan alamnya di post meskipun nggak semodern bali tp bisa di jadiin alternatif lain utk berwisata.
    thx mas….sukses pariwisata Indonesia…sukses jg buat mas toto \(^-^)/horee..

    1. Hai Bryan,
      Masih di Makassar ya. Sebenarnya ada ide untuk nulis tentang Makassar, ada beberapa tempat bagus yang bisa dikunjungi.
      Juga Wakatobi di Sulawesi Tenggara, yang amat terkenal itu. Boleh juga lho kalau mau kontributor. Tunggu saja ya…..
      Sukses buat Bryan, sudah kerasan di Makassar kan. Goodluck.

    1. Donni,
      Sesuai UU Penerbangan terbaru besarnya tafif jasa bandara ditetapkan bersama diantaranya ada wakil konsumen. Nah pengadilan membuktikan bahwa kenaikan tarif airport tax tsb tidak melibatkan konsumen. Kenapa cuma domestik, sebab penggugatnya menggunakan penerbangan domestik, dan ini keputusan pengadilan pertama, mungkin Angkasa Pura akan banding, dan belum tentu serta merta langsung dieksekusi.

  8. Kang airport tax international Bandara Hussein Bandung berapa sekarang ? 150rb ? Hiks.. lebih mahal dibanding tiket promo…

    1. Seinget saya menjadi Rp. 75.000 sebab dan untuk domestiknya naik Rp. 25.000.
      Tarif baru ini naik berdasarkan Surat Menteri Perhubungan RI nomor PR 303/1/2/Phb 2009 yang ditandatangani 15 Januari 2009. Untuk domestik, tarif berlaku 15 Maret 2009, sedangkan untuk internasional tarif berlaku 1 Maret 2009.

      Tarif Airport Tax bandara di bawah AP II dengan tarif PJP2U baru:

      1. Soekarno-Hatta-Jakarta, domestik Rp 40 ribu, internasional Rp 100 ribu
      2. Polonia-Medan, domestik Rp 35 ribu, internasional (tetap) Rp 75 ribu
      3. SM Badaruddin II-Palembang, domestik Rp 35 ribu, internasional Rp 100 ribu
      4. Minangkabau-Padang, domestik Rp 35 ribu, internasional Rp 100 ribu
      5. St Syarif Kasim II-Pekanbaru, domestik Rp 30 ribu, internasional Rp 75 ribu
      6. Halim Perdanakusuma-Jakarta, domestik Rp 30 ribu, internasional Rp 80 ribu
      7. Supadio-Pontianak, domestik Rp 30 ribu, internasional Rp 75 ribu
      8. Sultan Iskandar Muda-NAD, domestik Rp 25 ribu, internasional Rp 100 ribu
      9. Husein Sastranegara-Bandung, domestik Rp 25 ribu, internasional Rp 75 ribu
      10. Raja H Fisabilillah-Tanjung Pinang, domestik Rp 20 ribu

      Tapi kalau dapet BDO-DPS Rp. 99.000 atau BDO-SIN Rp. 49.000 tetep enak tho…

  9. Toto, blognya bagus banget…. sangat bagus untuk mendukung tourism Indonesia, yang sangat terbelakang dibandingin negara-negara asia yang lainnya.
    Cuma berbagi uneg2 dan analisa saya nih…. pariwisata indonesia agak terbelakang terutama sekali karena:
    1. promosinya lemah, ga bisa mengemas paket wisata dengan baik.
    2. orang indonesia kurang bisa menjamu turis asingnya, ga bisa bahasa inggris, yang bikin banyak turis asing males dateng ke indonesia
    3. rambu-rambu informasinya juga kurang banget jadi turis gampang terjebak dengan segala macam kesulitan yang tidak perlu

    1. No1, Terkadang saya ‘iri’ dengan negara tetangga yang rajin iklan di TV-TV asing, sering bikin pameran2.
      No2, Untuk di Bali sudah bagus koq, sampai supir taxi-pun udah lumayan bahasa Inggris
      No3, ya begitu deh…

      Btw, thx sudah mampir..

  10. Katanya ngurus sendiri makan waktu berhari-hari. Tiap hari harus datang.. Bener ga ? Saya sih sudah punya. Dulu lewat biro, datang sekali, langsung foto, wawancara, jadi deh. Sekarang pengen buatin paspor anak + istri. Ke Spore ga perlu visa kan ? 😀
    Mas, apa emailnya ?
    Nuhun…

    1. Yang bikin bolak-balik kalau berkasnya tidak lengkap saja. Disamping wawancara, photo, ambil biometrik (pada hari yang sama), hanya perlu tambah penyerahan berkas. Tidak sampai seminggu bisa beres, biayanya jauh lebih murah. Layanan imigrasi sudah makin baik dibandingkan dulu-dulu.
      Ke Singapore bebas visa, juga bebas fiskal dengan NPWP. Enak tho…
      email : totosp.bdg@gmail.com

  11. Saya gak tahu persis berapa, cuma berdasarkan pengalaman terakhir perpanjang passport, memang ada perubahan passport anak dibandingkan sebelum menggunakan sistem ‘biometrik’. Kalau dulu sederhana hanya ditambahkan foto di passport orang-tuanya.
    Cuma kalau biayanya seharusnya sama ya.
    Ngomong2, mengapa tidak coba urus sendiri ke kantor imigrasi? Gak ribet koq, terakhir perpanjang passport juga dengan urus sendiri. Toh jika pakai biro-jasa kita juga harus datang ke imigrasi untuk wawancara, foto wajah, ambil data biometrik.

  12. Mas opo Kang nih 😀
    Cerita dung tentang cara pembuatan pasport anak, termasuk harga resminya. Pernah nanya ke biro jasa, harga paspor anak lebih mahal daripada dewasa. Ko iso ? hehhee…

  13. Mas Toto, saya Ayu (wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA Biro Jatim).
    Barusan Ayu dapat isu menarik terkait artikel mas tentang Suramadu. So, apa boleh diriku menampilkan nama mas sebagai salah satu pengamat dunia pariwisata? Boleh tahu nama lengkapnya mas siapa?
    Saya terinspirasi dari artikel mas itu, sehingga ingin bikin features wisata Suramadu.

    Mohon balas ke email saya segera yach?
    Besok tulisan features saya mau kusetor ke redaktur.

    Matur suwun.

    1. Mbak Ayu,
      Secara prinsip saya tidak keberatan. Terima kasih kalau artikel menjadi inspirasi.
      Oh ya, saya sudah kirim email untuk hal ini.
      Tks sudah mampir di blog saya.

  14. Mas, bagus sekali blognya. Saya masih mencoba-coba wordpress, masih di tahap awal, masih pusing.
    Saya orang Malaysia tapi sering ke Bandung, kerana istri saya orang Sukabumi.

    1. Terima kasih sudah tengok blog saya.
      Wordpress menyediakan banyak fasilitas terutama widget-nya, ini memudahkan untuk pemula. Rajin-rajin baca ‘Support’ dan ‘Forum’, akan sangat membantu.
      Dicoba terus, pasti akan berhasil. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s