Liburan hemat ke Brunei. 3D/2N hanya 4 jutaan lho

T-Shirt oleh-oleh Brunei
T-Shirt oleh-oleh Brunei

Liburan itu tak selalu harus mahal. Pun itu liburan ke luar negeri. Kuncinya adalah pintar-pintar mencari tiket murah dan menyesuaikan dengan waktu yang pas. Ini contohnya. Liburan 3 hari 2 malam ke Bandar Seri Begawan Brunei hanya menghabiskan 4 jutaan saja. Tak terlalu menguras tabungan bukan?

2 komponen penting perjalanan ke luar negeri adalah tiket pesawat dan hotel. Berikutnya adalah biaya visa. Karena ke Brunei bebas visa maka biaya ini jadi nihil. Sisanya adalalah biaya makan, tiket masuk tempat wisata, hiburan dan belanja. 2 komponen biaya terakhir sangat tergantung pelancong.

Tiket Pesawat. Sebenarnya ada penerbangan langsung ke Brunei dari Jakarta, Surabaya dan Bali dengan Royal Brunei Airline. Royal Brunei adalah full service airline, karenanya harga tiket cukup mahal. Agar hemat, pilih penerbangan berbiaya hemat meskipun dengan transit. Saya memilih menggunakan tiket promo Air Asia dari Jakarta dengan transit di Kuala Lumpur. Pilihan ideal adalah pesawat yang berangkat 01:30 dan sampai di Brunei 09:05 waktu Brunei. Kembalinya saya milih penerbangan jam 09:30 dan sampai di Jakarta pukul 16:05. Keduanya menawarkan waktu transit yang pendek, yakni sekitar 2 jam. Saya dapat tiket PP seharga Rp. 2,355,500, inipun sudah nambah beli kursi dan makanan.

AirAsia_1-984x554

Hotel. Pilihan hotel di Bandar Seri Begawan memang tidak cukup banyak. Tapi diantara yang sedikit tempat menginap itu terdapat beberapa guest house (mereka menyebut rest-house) murah. Setelah baca review tamu sebalumnya, saya memutuskan menginap di Qing Yun Resthouse Bandar. Lokasi sangat strategis, nempel dengan BSB Bus Terminal dan benar-benar di tengah kota, dengan fasilitas air panasa, WiFi, IPTV. WiFi cukup kenceng. Rest house ini juga masih baru dan masing-masing kamar memiliki kamar mandi sendiri. Qing Yun berada di lantai 3 pertokoan, dan dapat diakses dari jalan McArthur dengan tangga biasa. Qing Yun juga dapat diakses dari lift di bagian belakang. Posisi lift agak tersebunyi. Oh ya, salah satu pegawai (bagian bersih-bersih) adalah orang Indonesia, tepatnya dari Tulungagung Jawa Timur.

IMG_1015

Airport Transfer.  Cara paling murah adalah dengan menggunakan bus umum (bas awam). Sekali jalan hanya bayar 1 dollar Brunei. Penumpang cukup menunggu di lantai bawah (lantai yang sama dengan kedatangan). Jangan berfikir seperti nunggu bis di Soekarno Hatta ya. Di sini penumpang sangat sedikit, bahkan saat itu hanya 2 orang yang nunggu bis, termasuk saya. Bisnya sendiri berukuran kecil, seperti Hiace versi panjang. Naik bis ini juga tidak ribet, tinggal bayar ke supir dan diganti dengan karcis kertas. Pakai rute no 23 dengan tujuan akhir, BSB Bus Terminal. Oh ya, sebenarnya ada taksi juga dari airport, tapi saya tidak rekomendasikan. Disamping tarifnya sangat mahal, kualitas kendaraan juga tidak bagus. Masih kalah jauh dari si Burung Biru nya Indonesia.

Bas Awam Brunei

Tranportasi lokal. Nah karena saya tinggak dekat terminal bis, kemanapun pergi kalau tidak jalan kaki saya pasti pakai bis ini, termasuk ke Istana Nurul Iman, Gadong, Berakas dan juga Muara Beach. Tak perlu pusing-pusing dengan rute yang dipilih, tinggal tanya sama sopirnya. Meskipun disebut terminal, tapi faktanya tempat kecil, hanya bisa menampung 20 minibus saja. Tarfnya juga tetap 1 dollar kemanapun tujuan kita.

Brunei Bus Route

Biaya Makan. Tak sulit mencari makan di Brunei ini, apalagi bagi muslim. Makanan yang dijual juga tak akan asing dengan lidah orang Indonesia. Karena banyak pendatang dari Indonesia, maka makanan Indonesia mudah dijumpai di sini. Harganya beragam beragam ya. Sebagai gambaran set fast food harganya sekitar 5-6 dollar. Nasi Katok khas Brunei harganya 1 dollar saja, ini seperti nasi kucing yang isinya nasi putih, ayam goreng dan sejenis sambal.

Tiket masuk tempat wisata. Hampir semua tempat wisata di Brunei itu gratis, seandainya bayarpun, tiketnya masih jauh lebih murah dibandingkan masuk Dufan.

Brunei 3D2N

Saya hanya membeli souvenir berupa 1 t-shirt, mug, magnet kulkas yang tidak saya masukkan dalam daftar di samping. Untuk belanja pakaian lain, saya kira Jakarta lebih surga belanja dibanding Brunei. Jadi benar-benar Turit, turis irit.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s