Inilah calon kampung turis baru di Jakarta, Kawasan Stasiun BNI City

BNI City StasiunTidak seperti kota besar lain di dunia, Jakarta belum punya kawasan turis yang matang dan terkenal. Memang, ada Kemang atau Jalan Jaksa tapi kawasan itu belum memadai, belum semua kebutuhan turis ada di kawasan itu. Tapi harapan baru datang setelah beroperasinya kereta bandara SHIA-BNI City-Manggarai. Kereta bandara yang salah satunya berhenti di Stasiun BNI City (Sudirman Baru) bakal memudahkan turis menembus pusat kota Jakarta tanpa kerepotan. Lokasi stasiun juga sangat ideal karena berada tepat di jantung kota, tersambung ke berbagai tujuan wisata populer. Kemudahan akses dari bandara ini bakal membuat kawasan sekitar BNI City punya peluang besar tempat tinggal turis selama di Jakarta (foto : detik.com).

BNI City AreaKawasan yang menempel Jalan Thamrin termasuk kawasan tertata dan jauh dari kata kumuh. Tidak ada kesan semrawut. Saya yakin tak lama lagi kawasan sekitar ini bakal menjadi kantung turis baru di Jakarta, dan ini alasannya.

  1. Integrasi Transportasi. Selain taxi, ketersediaan angkutan umum adalah syarat penting agar suatu kawasan digemari turis, apalagi bagi pelancong milenial. Dari kawasan ini turis hanya perlu beberapa stop untuk menjangkau Monas dengan bus TransJakarta. Dengan bus TransJakarta pula turis dapat menuju Kota Tua dengan menggunakan rute 1 dan ongkos yang murah, Rp. 3.500 saja. MRT Jakarta bakal melewati kawasan ini, begitu juga dengan LRT jika beroperasi kelak. Bahkan Stasiun MRT Sudirman pun menempel diantara Jalan Thamrin & Tanjung Karang. Jika ingin ke kota sekitar (Bogor misalnya) turis hanya perlu melangkahkan kaki ke stasiun Sudirman untuk tersambung dengan Commuter Line.
  2. Pusat Belanja. Grand Indonesia, Plaza Indonesia masih dalam jangkauan berjalan kaki. Tidak hanya mall kelas atas, kawasan ini juga sangat dekat dengan Thamrin City, Pasar Tanah Abang. Pasar Tanah Abang sudah populer bagi turis Malaysia & Afrika karena terkenal murah. Thamrin City digemari turis domestik sebagai pusat batik dan pakaian muslim.
  3. Hotel. Sudah ada hotel-hotel di kawasan ini mulai bintang lima hingga kelas bed & breakfast. Sebut saja, Hotel Indonesia Kempinski, Grand Hyatt, Shangri-la tak jauh dari kawasan ini. Masih di kawasan ini sudah ada Holiday Inn Express, All Seasons, Smart Hotel, Liberty Hotel, Clay Hotel, dan Fiducia Hotel.
  4. Restoran & Cafe. Beberapa tempat makan sudah ada sejak dulu di kawasan ini seperti American Grill & Steak, Sizzler, Metro Coffee & Bar, Tony Roma’s, dan warung makan lainnya. Ratusan tempat makan terdapat di Grand Indonesia & Plaza Indonesia. Street food juga bertebaran di kawasan ini, dan ini bagian penting untuk menjadi kawasan turis.
  5. Tempat Hiburan. Belum banyak tempat hiburan di kawasan ini, hanya ada karaoke dan beberapa bar saja. Tapi ini hanya masalah waktu saja.

Perlahan akan banyak turis tinggal di kawasan ini, dan saya perkirakan kawasan ini akan terus berkembang dengan mulai bertumbuhnya hotel-hotel baru terutama kelas budget dan homestay. Tempat hiburan pelan-pelan akan mengikuti kebutuhan turis. Jalan Sungai Gerong, Plaju, Tanjung Karang, dan Jalan Kota Bumi bakal segera berganti rupa. Dan, meskipun tak terlalu luas, kawasan ini bakal menjelma seperti kawasan sekitar Jalan Bukit Bintang Kuala Lumpur.  Dukungan pemerintah provinsi dapat mempercepat kawasan ini berkembang. Kita lihat sampai 5 tahun ke depan ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s